PERIKLINDO Berdiri, Moeldoko Sebutkan Baterai Lithium adalah Masa Depan

Suara.com - Hari terakhir gelaran Indonesia International Motor Show atau IIMS Hybrid 2021 (25/4/2021) yang berlokasi di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta Pusat, lahirlah deklarasi PERIKLINDO. Singkatan dari Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia.

Lebih lanjut tentang prospek industri kendaraan listrik, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, sebagaimana dikutip dari kantor berita Antara, mengungkapkan bagi Indonesia baterai merupakan masa depan dan masa depan adalah baterai. Hal ini berangkat dari kondisi Tanah Air yang kaya akan sumber daya alam untuk bahan baku baterai kendaraan listrik.

"Saya ingin menyampaikan angan-angan sejak menjabat sebagai Gubernur Lemhanas 2012. Saya berpikir bahwa baterai Lithium adalah masa depan dan masa depan adalah baterai," ungkap Moeldoko pada saat deklarasi PERIKLINDO di IIMS Hybrid 2021.

Untuk mengejar mimpi Indonesia yang bersih dari polusi, dan menghasilkan kendaraan listrik di dalam negeri, Moeldoko lantas berangkat ke China untuk meninjau langsung pabrik-pabrik di sana.

"Diajak teman saya dari BPPT dan ITB ke Shanghai, untuk lihat baterai listrik. Pada saat saya ke sana, saya melihat mobil listrik dan merenung: kalau seperti ini juga bisa bangun di Indonesia," tandasnya.

Setelah itu, Moeldoko langsung mengirimkan tim untuk belajar dan menimba ilmu di China mengenai baterai. Setelah sukses mengantongi pengetahuan soal baterai kendaraan listrik, Moeldoko lantas membuat bus listrik.

"Dari hasil kerja sama, tanpa memikirkan membuat perusahaan, saya memberanikan diri membuat bus listrik pada 2016-2017," kisah Moeldoko.

Produksi pertama bus listrik dari PT Mobil Anak Bangsa atau PT MAB yang didirikan Moeldoko menggunakan sasis atau kerangka dari kendaraan Mercedes-Benz sebagai proyek rekayasa.

"Kami potong sasis dari Mercy yang sudah disetujui untuk proyek rekayasa, dan waktu itu kami hanya ingin Indonesia punya kendaraan listrik, dan kami beranikan maju, dengan segala risikonya," lanjutnya.

Kekinian, PT MAB sudah menghasilkan kendaraan bus listrik generasi kelima, di mana kenyamanan dan keamanan sudah jauh lebih baik dari sebelumnya.

Bus listrik buatan PT MAB mampu menjelajah hingga 250 km dalam sekali pengisian daya baterai penuh, dan kecepatan maksimal 70 km per jam. Baterai bus listrik PT MAB bisa diisi penuh dalam tiga jam.

Kembali ke PERIKLINDO, kehadiran kendaraan listrik di Indonesia perlu diakselerasi guna mendapatkan banyak keuntungan yang bisa didapatkan, mulai kendaraan ramah lingkungan tanpa emisi karbon gas buang hingga ketahanan energi nasional.

Kembali